Posts tagged with ‘arti peribahasa’

Arti Peribahasa BAGAI DISAYAT SEMBILU
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa BAGAI DISAYAT SEMBILU

Arti peribahasa BAGAI DISAYAT SEMBILU adalah Rasa sakit hati yang luar biasa Perasaan yang sangat sedih, pedih, dan perih Rasa sakit hati yang begitu mendalam Sembilu adalah semacam “pisau” yang terbuat dari bilah bambu yang dibelah tipis sehingga menjadi tajam dan bisa menyayat daging/kulit. Biasa dipergunakan untuk membelah usus ayam dan juga untuk sunat di
Arti Peribahasa BAGAI ITIK PULANG PETANG
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa BAGAI ITIK PULANG PETANG

Arti peribahasa BAGAI ITIK PULANG PETANG adalah Sangat lambat/lamban jalannya (seperti cara berjalan orang berbadan gemuk atau wanita) Sesuatu yang bergerak/berjalan dengan sangat perlahan Contoh kalimat : Kita tidak akan sampai ke lokasi perkemahan tepat waktu selama si Indro bagai itik pulang petang. Sayangnya, kita tidak bisa meninggalkannya begitu saja karena pembina akan memberi hukuman.
Arti Peribahasa BAGAI KACANG LUPA KULITNYA
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa BAGAI KACANG LUPA KULITNYA

Arti peribahasa BAGAI KACANG LUPA KULITNYA adalah Orang yang tidak tahu diri Orang yang lupa orang yang telah membantunya Orang yang sekarang kaya/sukses tetapi lupa akan asal usulnya dan bersikap sombong Peribahasa ini juga memiliki bentuk lain, yaitu BAGAI KACANG LUPA AKAN KULITNYA dengan arti yang sama. Contoh kalimat : Malas kalau datang ke rumah
Arti Peribahasa DATANG TAMPAK MUKA PULANG TAMPAK PUNGGUNG
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa DATANG TAMPAK MUKA PULANG TAMPAK PUNGGUNG

Arti peribahasa DATANG TAMPAK MUKA PULANG TAMPAK PUNGGUNG adalah Hendaknya tahu sopan santun saat bertamu Ketika datang dan pergi sebaiknya memberitahu Ketika datang dan pergi ke rumah seseorang hendaklah mengikuti tata cara Contoh kalimat : Kalau saja Sandra datang tampak muka pulang tampak punggung, pastilah orangtua si Badru tidak akan tersinggung karena merasa disepelekan seperti
Arti Peribahasa BELUM BERTAJI HENDAK BERKOKOK
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa BELUM BERTAJI HENDAK BERKOKOK

Arti peribahasa BELUM BERTAJI HENDAK BERKOKOK adalah Belum berilmu/kaya sudah hendak menyombongkan diri Belum punya kemampuan sudah pamer Taji adalah “tanduk” di kaki ayam jantan yang biasanya tumbuh ketika seekor ayam jago mulai dewasa. Belum bertaji menunjukkan bahwa ayam tersebut masih muda. Contoh kalimat : Jono tidak selayaknya mengatakan hal seperti itu. Ia seperti ayam
Arti Peribahasa BAGAIKAN API MAKAN ILALANG KERING TIADA DAPAT DIPADAMKAN LAGI
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa BAGAIKAN API MAKAN ILALANG KERING TIADA DAPAT DIPADAMKAN LAGI

Arti peribahasa BAGAIKAN API MAKAN ILALANG KERING TIADA DAPAT DIPADAMKAN LAGI adalah orang yang tidak bisa menolak/menghindari bahaya yang menimpanya. Peribahasa ini mengambil perumpamaan dari kondisi nyata bahwa ilalang kering merupakan benda yang paling mudah terbakar. Sedikit percikan bara saja bisa segera menyulut api yang besar. Contoh kalimat : Setelah perusahaannya bangkrut, dan keuangannya merosot,
Arti Peribahasa BAGAIKAN ABU DI ATAS TANGGUL
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa BAGAIKAN ABU DI ATAS TANGGUL

Arti peribahasa BAGAIKAN ABU DI ATAS TANGGUL adalah Seseorang yang sedang berada dalam kesulitan yang amat sangat dan bisa mudah “jatuh” Seseorang yang berada dalam kondisi terdesak dan mengalami kesulitan yang sangat Peribahasa ini mengambil perumpamaan dari butiran abu kecil berada di ketinggian sebuah tanggul. Butiran abu yang sangat kecil tentunya akan dengan mudah tertiup
Arti Peribahasa BAGAI BELACAN DIKERAT DUA, YANG PERGI BUSUK, YANG TINGGAL ANYIR
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa BAGAI BELACAN DIKERAT DUA, YANG PERGI BUSUK, YANG TINGGAL ANYIR

Arti peribahasa BAGAI BELACAN DIKERAT DUA, YANG PERGI BUSUK, YANG TINGGAL ANYIR adalah perkara/masalah yang mendatangkan aib/malu bagi dua belah pihak perkara/masalah yang mendatangkan kerugian bagi pihak-pihak yang terlibat Catatan : Belacan = Terasi Contoh kalimat : Mengapa harus dipermasalahkan hal seperti itu? Tidak ada untungnya. Masalah itu bagai belacan dikerat dua, yang pergi busuk,
Arti Peribahasa BAGAI RODA PEDATI SEKALI KE BAWAH SEKALI KE ATAS
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa BAGAI RODA PEDATI SEKALI KE BAWAH SEKALI KE ATAS

Arti peribahasa BAGAI RODA PEDATI SEKALI KE BAWAH SEKALI KE ATAS adalah Nasib manusia tidak tentu kadang baik kadang buruk Keberuntungan/kesialan seseorang bisa berubah Kehidupan manusia tidak semua bagus ada naik turun (baik buruk) nya Hidup itu tidak selalu buruk/baik Peribahasa ini mengambil analogi dari pergerakan sebuah roda dimana satu titik pada roda posisinya akan
Arti Peribahasa TANGAN MENCENCANG BAHU MEMIKUL
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa TANGAN MENCENCANG BAHU MEMIKUL

Arti peribahasa TANGAN MENCENCANG BAHU MEMIKUL adalah Siapa yang berbuat salah harus berani menerima tanggung jawab atau  konsekuensi dari tindakannya Siapa yang bersalah harus diberikan hukuman atau sanksi Catatan : Mencencang (mencincang) = memotong halus-halus/tipis, contoh mecencang daging. Contoh kalimat : Joni tertangkap polisi karena memukul tetangganya. Di di dunia ini tangan mencencang bahu memikul.