Posts tagged with ‘Peribahasa’

Arti Peribahsa ANGAN-ANGAN MENGIKAT TUBUH
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahsa ANGAN-ANGAN MENGIKAT TUBUH

Arti peribahasa ANGAN-ANGAN MENGIKAT TUBUH adalah Memikirkan yang tidak-tidak akhirnya menderita sendiri Bersusah hati karena memikirkan hal yang bukan-bukan Contoh kalimat : Biarkan dia sendiri. Jangan ditanggapi keluhannya. Itu akibat berangan-angan mengikat tubuh. Siapa suruh membayangkan untuk berpacaran dengan Agnes Mo padahal kenal saja tidak. (Baca juga : Arti peribahasa SERIGALA BERBULU DOMBA )
Arti Peribahasa SERIGALA BERBULU DOMBA
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa SERIGALA BERBULU DOMBA

Arti peribahasa SERIGALA BERBULU DOMBA adalah Orang jahat yang berpura-pura sebagai orang baik Orang yang kelihatannya baik tetapi sebenarnya kejam, jahat, dan curang Contoh kalimat : Hati-hati terhadap si Amir. Ia serigala berbulu domba. Kemarin, si Aman menjadi korbannya dan harus kehilangan uang banyak sekali. (Baca juga : Arti Peribahasa SESAL DAHULU PENDAPATAN, SESAL KEMUDIAN
Arti Peribahasa SESAL DAHULU PENDAPATAN SESAL KEMUDIAN TIDAK BERGUNA
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa SESAL DAHULU PENDAPATAN SESAL KEMUDIAN TIDAK BERGUNA

Arti peribahasa SESAL DAHULU PENDAPATAN, SESAL KEMUDIAN TIDAK BERGUNA adalah Sebelum melakukan/mengucapkan sesuatu sebaiknya dipikirkan masak-masak agar tidak menjadi penyesalan di kemudian hari Sebaiknya berpikir matang tentang segala sesuatu (untung dan ruginya) agar tidak mendatangkan penyesalan di masa depan Pikirkan masak-masak sebelum berbuat/bertindak/mengucapkan sesuatu Contoh kalimat : Jangan terburu-buru memutuskan hubungan dengannya sesal dahulu pendapatan,
Arti Peribahasa TAMBAH AIR TAMBAH SAGU
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa TAMBAH AIR TAMBAH SAGU

Arti peribahasa TAMBAH AIR TAMBAH SAGU adalah Tambah banyak permintaannya, tambah besar pula biayanya Apabila beban tugas bertambah banyak, maka bertambah besar pula penghasilannya Apabila anak bertambah akan bertambah besar pula rezeki (tanggungjawab) nya Contoh kalimat : Kalau kau meminta ada kismis dan cherry di atas kuenya, berarti harganya tidak bisa sama. Tambah air tambah
Arti Peribahasa LEMPAR BATU SEMBUNYI TANGAN
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa LEMPAR BATU SEMBUNYI TANGAN

Arti peribahasa LEMPAR BATU SEMBUNYI TANGAN adalah Melakukan sesuatu kemudian berpura-pura tidak melakukannya Pengecut Orang yang tidak berani bertanggungjawab atas apa yang diperbuatnya Melakukan sesuatu yang tidak baik kemudian berpura-pura tidak tahu Contoh kalimat : Kamu jangan lempar batu sembunyi tangan. Santi terluka karena kamu melemparkan bola terlalu keras. Banyak saksinya. (Baca Juga : Arti
Arti Peribahasa LAIN DI MULUT LAIN DI HATI
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa LAIN DI MULUT LAIN DI HATI

Arti peribahasa LAIN DI MULUT LAIN DI HATI adalah Yang dikatakan/diucapkan tidak sama dengan apa yang dirasakan di dalam hati Perkataan yang tidak sesuai dengan apa yang ada di hatinya Contoh kalimat : Jangan lain di mulut lain di hati. Saya tahu kamu tidak suka melihat saya pergi dengan si Jono. (Baca juga : Arti
Arti Peribahasa BAGAI DURI DALAM DAGING
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa BAGAI DURI DALAM DAGING

Arti peribahasa BAGAI DURI DALAM DAGING adalah Sesuatu yang tidak menyenangkan dan menyakitkan hati Sesuatu yang selalu mengganggu pikiran Sesuatu yang berpotensi menjadi gangguan di kemudian hari Contoh kalimat : Irna memang teman akrab Asti, tetapi ia bagai duri dalam daging untuk hubungan Asti dengan pacarnya, Ifan. Irna terlalu dekat dengan Ifan. (Baca juga :
Arti Peribahasa BAGAI DISAYAT SEMBILU
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa BAGAI DISAYAT SEMBILU

Arti peribahasa BAGAI DISAYAT SEMBILU adalah Rasa sakit hati yang luar biasa Perasaan yang sangat sedih, pedih, dan perih Rasa sakit hati yang begitu mendalam Sembilu adalah semacam “pisau” yang terbuat dari bilah bambu yang dibelah tipis sehingga menjadi tajam dan bisa menyayat daging/kulit. Biasa dipergunakan untuk membelah usus ayam dan juga untuk sunat di
Arti Peribahasa BAGAI ITIK PULANG PETANG
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa BAGAI ITIK PULANG PETANG

Arti peribahasa BAGAI ITIK PULANG PETANG adalah Sangat lambat/lamban jalannya (seperti cara berjalan orang berbadan gemuk atau wanita) Sesuatu yang bergerak/berjalan dengan sangat perlahan Contoh kalimat : Kita tidak akan sampai ke lokasi perkemahan tepat waktu selama si Indro bagai itik pulang petang. Sayangnya, kita tidak bisa meninggalkannya begitu saja karena pembina akan memberi hukuman.